Surat Buat Om Farhat

     Akhir-akhir ini gue memang suka melampiaskan ketidak-sukaan gue terhadap Farhat Abbas melalui socmed twitter. Kali ini gue melampiaskannya di blog. Kalau ia bisa memberi kritik pedas ke banyak orang, ia harus menerima kalau ia dikritik oleh seseorang. Pada kasus Farhat Abbas, kata seseorang harus gue ganti dengan banyak orang. Salah satunya gue.

     Dari sekian banyak kontroversinya dengan para artis, pejabat politik dan juga pramugari, gue sangat membencinya atas kasus yang melibatkannya dengan Ahok dan Anton Medan, seorang ustad Tionghoa yang akhirnya melaporkan Farhat Abbas ke polisi dengan tuduhan penghinaan etnis. Gue kutip dari kicaunya di twitter "Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya! Dasar Ahok, plat aja diributin! Apapun platnya, tetap Cin*!"
      Menurut gue, ini cyber crime. Berbekal pengalaman gue yang pernah berpacaran dengan etnis Tionghoa, kata 'Cina' meski diucap dengan nada canda adalah sebuah penghinaan. Itu sudah ada dari sebelum ia lahir. Dan sebelum Farhat Abbas lahir. Meski tidak bisa dibuktikan bahwa ada niat tidak baik dari is twitter Farhat Abbas (karena niat bukanlah benda yang bisa dibuktikan keberadaannya). Sekalipun (mungkin) ia tidak mengetahuinya, tetap saja tidak seharusnya ia berkicau sekeras itu di social media karena ia adalah seorang pengacara (yang katanya) handal.
      Gue memperhatikan sepak-terjangnya selama ini, dan gue sangat kaget ketika ia akan menjadi capres 2014, padahal ia juga sudah ditetapkan KPUD telah mencalonkan diri menjadi calon Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara. Nah lo?
      Maka dari itu gue sangat menyayangkan keputusannya menjadi capres. Memang semua orang berhak menjadi capres, cagub, apapun itu, toh masih sekedar calon. Kita kan lahir dan hidup di negara berdemokrasi. Tapi apa tidak bahaya nantinya? Menjadi presiden adalah sebuah profesi mulia. Apapun yang dikatakan presiden, berpotensi untuk memperbaiki negeri ini ataupun menghancurkan negeri ini. Negeri Indonesia, mau tidak mau harus diakui sebagai negara korup. Benahi itu. Jangan lagi ditambah label 'negara rasis' kalau sampai ia menjabat sebagai presiden.
     Memang benar, opini segelintir orang bahwa kasus ini adalah kasus debu. Memang kasus kecil. Orang-orang yang mempermasalahkan ini dikatakan orang yang kurang kerjaan. Masih banyak kasus SARA yang terjadi di bumi Indonesia hingga menghabiskan nyawa banyak orang. Ntah itu perang Sampit, kasus di Poso ataupun di Lampung. Tapi pendapat gue, sebagai salah satu etnis di Indonesia, yaitu etnis Bali, gue rasa kasus ini harus ditindak lanjuti hingga benar-benar tuntas. Agar orang-orang semacam Farhat mendapat ganjaran dan tidak menganggap bahwa dunia maya adalah sebuah unlimited world. Mungkin dunia maya sangat bebas, tapi tetap punya batasan. Ia tetap harus punya etika ketika berkomentar di social media. Tidak hanya publik figur bertitel sepertinya, tapi seluruh lapisan masyarakat harus menyadari ini 'kebakaran besar bisa terjadi dengan sebuah percikan kecil api. Semua hal besar bisa terjadi karena sebuah hal kecil. Maka jangan pernah menyepelekan apapun yang kau anggap kecil.' -quote of @NandakitaRadin.
     Walaupun kasus ini ditutup dengan perdamaian antara kedua belah-pihak, dimana akhirnya Farhat Abbas meminta maaf atas kesalahannya, gue rasa Farhat Abbas tidak pernah sekalipun jera menghina banyak orang. Bodohnya lagi, ada beberapa fans (ntah akun asli atau abal-abal) yang membela dan membenarkan setiap komentar pedas pengacara handal yang berhasil membebaskan gembong narkoba itu. Ah, ntah sampai kapan Om buncit satu itu bisa belajar dari kesalahannya. Mungkin ia hanya jera menghina etnis Tionghoa karena sudah dilaporkan polisi dimana pada akhirnya ia mengakui kesalahannya.. Gue rasa suatu hari nanti ia akan membuat ulah dengan etnis lain yang belum pernah melaporkannya. Ckckck.. Om Farhat, ntah apa tujuanmu mencari segala sensasi ini, tapi dimata gue, Om hanyalah seorang banci twitter.
     Sebagai penutup, gue mau share sebuah filosofi keren dari Om Dedy. Mungkin kalian mengalaminya juga di masa kecil kalian. Ada sebuah rautan dimana terdapat sebuah cermin kecil diatasnya. Menurut Om Dedy, pembuat rautan itu punya pesan moral dari rautan ciptaannya itu...
    "Sebelum kau membenahi sesuatu, bercerminlah."

Komentar

kalau diwawancarai pada salah satu acara ditelefisi mukane wagu
muka banci bgt :D hahaha

saya sudah follow blog anda, dan saya mohon untuk follow juga blog saya
terimakasih, salam kenal saya blogger baru :)
Haryadi Yansyah mengatakan…
Aku pernah bikin Twit Din. "Semoga om Farhat Abbas jadi presiden. Kapan lagi ngeliat presiden yang dikudeta di seminggu pertama dia menjabat" buahahaha buanyak banget yang RT :D
Radinna Nandakita mengatakan…
hahaha.. gw juga, smp di folback sm si farhat. kaga ngarti dah ama tuh orang. kok malah seneng dibenci sm orang orang.
Ludovira mengatakan…
din bener banget nih tulisan luhhh...
gueh jg gemes banget dah ah ama nih orang, ikutan mw nulis tentang dy yak...jadi dapet ide jugak...hehehehehe
Unknown mengatakan…
http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=60286 klik cuma buat kamu aku dan kalian.
Unknown mengatakan…
Informasi Kontes SEO untuk para blogger gan.. ada 4 kontes SEO yang baru running nih.

*Kontes seo Rgo Poker www.kontes-seo-rgopoker.net / www.kontes-seo-rgopoker.com. Total hadiah 32.jt
12 januari 2014 - 12 maret 2014

*Kontes seo Afa Togel www.kontes-seo-afatogel.com/ Total hadiah 25.jt
18 januari 2014 - 18 maret 2014

*Kontes seo Batik Poker www.kontes-seo-batikpoker.com/ Total hadiah 32.jt
22 januari 2014 - 22 maret 2014

*Kontes seo Eyang Togel www.kontes-seo-eyangtogel.com/ Total hadiah 25.jt
26 januari 2014 - 26 maret 2014

info lebih lengkap masuk aja ke situsnya

Postingan Populer