Sunday, 20 August 2017

Dua Alasan Kenapa Pasangan yang Baru Menikah Tidak Perlu Buru-Buru Punya Momongan

Dari pertama kali ngomongin masalah 'nikah', saya dan suami sepakat untuk gak buru-buru beranak pinak. Yap kita memang berencana menunda untuk punya momongan sampai kira-kira 2 tahun setelah sah menikah. Kebetulan kita juga bukan penganut banyak anak banyak rejeki atau punya anak aja dulu, nanti anak bawa rejekinya sendiri. Kita tipikal pasangan yang berpikir bahwa segalanya harus dipersiapkan dengan 'layak' sebelum menyambut si kecil. Maka demi masa depan anak yang lebih terjamin dari segi mental dan materi, kita pun berkomitmen menunda sementara buat punya bayi.

Ada beberapa alasan yang bikin kami punya visi dan misi buat nunda anak. Pertama, kita membangun rumah tangga dari 0. Literally dari 0 karena kita ga punya tabungan pun ga make uang amplop sama sekali dari acara nikahan kemarin. Kami juga gak dihadiahi rumah ataupun uang puluhan juta untuk modal membangun rumah tangga. Warisan? Nope, kita berdua gak punya pun gak pernah mengharap dari warisan orangtua. Jadi setelah nikah, modal nyekolahin si cincin kawin dan logam mulia yang saya punya di pegadaian, kami pun ngontrak rusun berdua.

Saya dan suami masih kerja dan ngumpulin pundi uang sama-sama. Sebenernya rusun kami waktu itu gak mengenaskan-mengenaskan banget sih, tapi tetep aja pengap karena sirkulasi udaranya kurang memadai. Lingkungan tetangganya juga kurang bagus. Saya pribadi sih ngerasa membesarkan anak di sana bukan pilihan yg tepat ya.

Alasan kedua adalah alasan yang paling penting dan krusial sebenernya. Tapi sengaja saya taruh di akhir sebagai punchline.

Monday, 24 April 2017

Someone Like You - Adele

"​I hate to turn up out of the blue uninvited. But I couldn't stay away. I couldn't fight it. I'd hope you'd see my face. And you'd be remindered, that for me, it isn't over..."

     “Pagi dear” sapa Arga sambil mengecup kening Allune.Yang dikecup perlahan membuka matanya. Ia melirik sekilas ke arah jam dinding di kamar mereka. ‘Ah, sudah jam 11 siang.’
Allune merenggangkan badan dan pelan-pelan bangkit dari tempat tidur menuju ke dapur. Ia melihat Arga sudah rapi dengan seragam dan topi terbangnya. “Mau berangkat?”
“Iya, aku ke Jogja dan Denpasar, lanjut nginap di sana. Aku udah siapin sarapan buat kamu, langsung dimakan ya, nanti keburu dingin. I need to go, love you dear.” Arga menarik kopernya dan membuka pintu perlahan. Sejenak ia membalik badan dan berharap Allune menyusulnya paling tidak sampai ke mobil jemputan. Percuma saja. Sudah setahun usia pernikahan mereka, Allune tidak pernah sekalipun melakukan hal-hal semacam itu. Jangankan membuatkan sarapan, bangun pagi saja susah.

Saturday, 22 April 2017

Marry Me - Jason Derulo

Allune membalik badan dan melihat pantulan dirinya yang terbalut gaun putih dari designer favorit dunia, Vera Wang. Ia mematut dirinya di depan cermin cukup lama, berpikir keras apakah ia siap dengan keputusannya. Menikah.
“Shan, gue gak siap!” serunya tiba-tiba. Ishani yang sedang merapikan bucket lili untuk Allune mendadak terdiam. Ia meletakkan hand bucket itu di atas meja dan menghampiri Allune yang berdiri di depan cermin.
“Bukannya telat banget buat bilang gak siap sekarang? You are gonna be married! Not only fitting your wedding dress!” 

Friday, 14 April 2017

Miles Over Me : Hidden Stories of a Flight Attendant

      "Pramugari bikin buku yang lucu? Bisa gak yaa?"
     Hai hai... Udah lama banget gak pernah nyentuh blog ini. Jangankan megang laptop yang enak, megang suami aja sekarang jarang *eh. Tapi hari ini diniatin banget bikin postingan, yang meskipun singkat tapi isinya padat kayak jalanan Jakarta di long weekend ini. Yuhuuu... 
     Yang follow akun sosmed gw pasti udah pada tau kalau buku Miles Over Me gw akhirnya terbit juga! Yang jadi pertanyaanhya adalah : gimana cara belinya??? Nah, for your information, buku gw ini diterbitkan melalui penerbit Indie, bukan major publisher seperti yang dulu sudah pernah direncanakan. Maka dari itu gw mengedarkan dan menjual sendiri urusan penjualannya. Gw pun gak berencana menjualnya melalui toko buku, jadi jalan satu-satunya memang hanya melalui gw.
     Untuk pemesanan kalian bisa message gw di akun sosmed gw ataupun whatsapp di nomor 081282223182. Harga buku Rp 70.000,- diluar ongkir yaa temen-temens.... Dan sebagai informasi tambahan, akhir bulan nanti gw cuti 2 minggu so gak bisa melayani pemesanan dulu. Buat yang mau order bisa langsung pesen sekarang atau tunggu gw selesai cuti yaa...
     Itu aja pengumuman dari gw, mohon maklumin kalau gw gak bisa seaktif dulu dalam dunia blogging. I love writing, but I also love my family. Dan saat ini kepentingan keluarga membuat gw kekurangan waktu untuk aktif menulis lagi. Semoga akan tiba waktunya gw bisa serajin dulu yaa nulisnya...

Friday, 25 November 2016

Surga Bagi Anak Kita

           

            Ibu saya pernah memberikan sebuah nasihat bijak saat dulu saya berkata bahwa nanti, sesudah melahirkan, saya ingin kembali bekerja sebagai pramugari.
"Kalau seorang ibu bekerja, meninggalkan anak dengan niatan membantu ekonomi keluarga, itu pahalanya luar biasa. Karena itu adalah bentuk tanggung jawab terhadap keputusannya memiliki anak. Tapi kalau alasannya bekerja dengan niatan agar terhindar dari urusan anak dan rumah, maka jatuhnya itu dosa. Ia tidak bertanggung jawab dan ia tidak siap untuk menjadi surga dari anak-anaknya. Jadi semuanya bergantung ke niatan kita pergi meninggalkan anak-anak... Apa murni untuk anak atau menghindari tanggung jawab?"

Product Review : Woman's Secret Magic Bio Oil

            


            Saya sudah menggunakan produk pencegah stretch marks sejak awal mengandung Akira. Namun hingga Akira lahir pun, produk tersebut ternyata tidak cukup sakti mandraguna untuk mencegah timbulnya garis-garis ‘indah’ yang menjadi sahabat akrab mayoritas ibu hamil di belahan dunia bagian manapun. Karena kecewa dengan hasil yang berbeda jauh dari iklan di televisi, akhirnya saya pun berpaling hati dengan mencoba produk lainnya.

Tuesday, 5 April 2016

Breakout



              


               I know, gue udah gak update blog ini cukup lama, ehe, cukup lama sampai para pembaca gue udah pada kabur semua. Hahaha… Banyak yang penasaran dengan alasannya. Apalagi beberapa dari kalian pasti penasaran dengan kelanjutan cerita Pilot Disaster yang ngegantung di part 2. Kali ini gue hadir (kembali) bukan untuk melanjutkan cerita tersebut, melainkan bercerita tentang kejadian-kejadian selama gue menghilang.

Wednesday, 18 November 2015

Pilot Disaster 2



            Di airlines kami ada peraturan tidak tertulis buat menghargai dan menghormati senior dalam hal apapun termasuk urusan pacar-berpacaran. Jangan nekat ngerebut gebetan senior, macarin mantannya senior, apalagi jadi selingkuhan pacarnya senior. Dalam hal ini, gue melakukan kesalahan paling fatal nomor dua : ngerebut gebetan senior. Sebagai junior yang baik dan budiman, tentu gue mau cari aman dong? Sebisa mungkin jangan sampai Mbak Iris tau kalau ternyata gue udah macarin cowok idamannya.
***
            Saat layover atau menginap di daerah, kami yang bertujuh ini mendapat jatah 5 kamar. 2 kamar masing-masing 1 untuk pilot dan kopilot. Dan 3 kamar untuk 5 pramugari. Harusnya sih 1 kamar khusus untuk FA 1, tapi jarang ada FA 1 yang mau/berani tidur sendiri. Jadi biasanya sih FA 1 tidur dengan FA 4 yang tugas bareng di galley depan. Bagi gue, seenak apapun seniornya, selama jadi junior masih lebih mending tidur sendiri. Serius! Gue lebih takut tidur sama senior daripada tidur sendirian ditemenin tuyul.

Friday, 9 October 2015

Pilot Disaster



                Jadi junior itu bisa dibilang fase paling tidak menyenangkan dalam karir sebagai pramugari. Tapi gue punya kondisi yang lebih tidak mengenakkan. Udah junior, pacaran sama pilot, pilotnya yang ditaksir senior, seniornya lumayan jebot pula. Dan yang bikin serem, kami berdua TERBANG BARENG!

Friday, 2 October 2015

Edisi Sakit Hati



Edisi Sakit Hati

            ‘Lo pernah sakit hati gak sih, Din?’ adalah sebuah pertanyaan yang (anehnya) sering banget ditanyain sama temen-temen gue. Of course I do! Bahkan kalau boleh jujur, gue ‘cukup’ sering sakit hati. Salah satu pengalaman sakit hati yang paling berkesan sepanjang hidup gue adalah saat gue baru beberapa minggu resmi menjadi seorang pramugari.