My Holly-Days Part III

    Balik lagi ke acara cuti gue yang mungkin gak penting buat kalian ketahui, tapi sangat berharga buat gue pribadi. Pada tanggal 21 September, akhirnya pangeran unyu-unyu gue sampai di Bali. Dengan menggunakan mobil pribadinya, ia membuktikan perjuangan cinta dengan melalui jalur darat Jakarta-Bali yang menghabiskan waktu berhari-hari itu. Demi kualitas cuti kami, gue sampai mematikan handphone gue dan memutuskan untuk tidak berurusan dengan social media apapun seperti yang biasanya gue lakukan.

     Tanggal 22 September, gue, Maherda dan Ibunda gue tercinta berkunjung kerumah Kakek-Nenek gue di Desa Tunjuk-Tabanan. Selain mengenalkan Maherda dan memberitahukan rencana baik kami di tahun depan, gue memang sangat rindu dengan Kakek-Nenek gue ini. Syukurlah, meskipun Maherda 'berbeda', keluarga kami tetap bisa menerimanya dengan baik. Maherda pun bisa berbaur dengan kami dan mulai membiasakan diri dengan kami yang terkadang lupa untuk berbicara dalam bahasa Indonesiaku.
     Sepulang dari rumah Kakek-Nenek, gue mengajak Maherda dan Ibu ke Pura Uluwatu di daerah Jimbaran. Rasanya berkendara dari ujung utara Bali ke ujung selatan Bali itu melelahkan juga. Tapi semua itu terhapus ketika gue sampai dan melihat pemandangan disana. Cantiknya Bali yang selalu diagung-agungkan oleh para wisatawan lokal maupun luar negeri bisa gue buktikan lagi setelah sekian tahun gak berkunjung kesini. Gak hanya berkunjung, gue memanfaatkan kesempatan ini untuk bersembahyang.
Maherda dengan baju adat Bali :)
Wah, serasa foto pre-wed!
Eksis dolo!
     Setelah bersembahyang di Uluwatu, kami melanjutkan perjalanan. Awalnya kami berniat mampir sebentar di keluarga gue yang berada di Denpasar. Tapi karena kemacetan di kawasan Jimbaran, maka kami memutuskan langsung mengunjungi Kakak ipar gue di daerah Klungkung.
    Keesokan harinya, gue dan Maherda mengajak kedua ponakan gue tercinta, Pandu dan Rama berwisata ke Bali Safari and Marine Park di Gianyar-Bali.
Pintu masuk.
     Tiketnya lumayan mahal, Rp 135.000,00 per orang. Tapi ternyata harganya seimbang dengan kualitas yang ditawarkan. Kenapa gue memilih Bali Safari sebagai tujuan wisata gue, karena gue ingin membiasakan keponakan gue dengan keindahan alam, alam Bali khususnya, dan mengenal fauna secara lebih dekat seperti contoh dibawah ini :


    Selain itu, gue juga mengajarkan Bahasa Inggris kepada mereka, karena di wisata Safari Journey, guide hanya menerangkan dalam Bahasa Inggris. Jadi gue menjelaskan kepada mereka dalam Bahasa Indonesia dan menerangkan beberapa kosakat yang mudah diingat anak seusia mereka. Hebatnya kedua ponakan gue ini lumayan jago loh Bahasa Inggrisnya! Buktinya mereka tau semua Bahasa Inggris dari satwa disana.
    Karena disebut Marine Park, maka Bali Safari tidak hanya menawarkan satwa yang hidup di daratan. Bali Safari memiliki banyak sekali koleksi ikan dari yang bentuknya cantik, aneh, hingga menyeramkan!

     Selain itu, kami juga menyempatkan untuk menonton elephant show. Pertunjukannya berupa drama yang menggunakan beberapa ekor gajah yang menjadi penghuni Bali Safari. Pesan moral yang ingin disampaikan agar kita bisa memelihara gajah, ataupun semua ciptaan-Nya, karena kita diciptakan bukan untuk saling merusak. Tapi saling hidup berdampingan. Nafsu manusia menyebabkan kepunahan dari ciptaan-Nya, dan itu tidak bisa dibiarkan!
     Akhirnya, acara terakhir adalah berenang di water park! Untuk bisa berenang, kita dikenakan charge tambahan sebesar Rp 50.000,00. Karena tidak ada didalam jadwal, kami tidak mempersiapkan baju ganti. Maka hanya kedua jagoan kami yang bisa berenang. Anak kecil berenang pake celana dalam mah cuek. Kalo gue nekat berenang pake celana dalam doank, bisa ditangkep FPI dan dibakar hidup-hidup gue!
     Sementara Pandu dan Rama berenang, gue dan Maherda berdua-duaan layaknya pasangan yang sedang menikmati bulan madu. EHEM!
Pantes gue tergila-gila sama pilot satu ini! Gantengnya rekk!

Santai, kaya di Pantai...
     Keseruan hari ini harus kami akhiri karena hari beranjak sore. Meskipun anak-anak terlihat belum puas menikmati wahana di water park Bali Safari, tapi mereka toh tidak menolak ketika gue menggiring mereka untuk memakai baju. Enaknya punya anak pinter dan penurut begini. Bli Putu pasti bangga sama kalian berdua, Nak.
Saking serunya mandangin macan, anak-anak gak bisa diajak foto.

Mom and kids.

Dad and kids.
     Baiklah, Holly-Days Part III berakhir! Hahaha.. terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membaca yaa :)

Komentar

Unknown mengatakan…
Dina.. liburannya asiiikkk....!! Gaa ada bosennya..

Bali memang suangatt cantik.. daaaannn... bikin kita harus buang " pipis " banyak2.. #kalapp mata haha..
REPYSSA mengatakan…
sy suka baca blog mu, menarik perjalanannya, tapi background blog nya agak mengganggu jadi tulisan agak susah terbaca, anyway pernah ke Wakatobi? Pernah berinteraksi dengan Suku Bajo yang terkenal menyatu dengan laut? saya ada liputannya di http://repyssa.blogspot.com/2013/09/suku-bajo-mola-beradaptasi-di-wangi.html
Radinna Nandakita mengatakan…
Makasii :))
Emang gak ada yang lebih indah dari kampung halaman sendiri. hehehehe
Radinna Nandakita mengatakan…
Makasi banyak sudah berkunjung :)
Hahaha, iya nih. masih ky anak ababil yg lagipiih pilih template, ah yg mana yg paling enak dibaca.
Biasa baca di majalah majalah, tapi sayangny belum dpt kesempan ketemu langsung.
Wah, pasti seru banget! Makasi yaa linknya..
REPYSSA mengatakan…
wuih akhirnya diganti template blog nya, kalo begini kan lebih nyaman bacanya, keep posting ya


kan kalo dapet tugas ke kendari bisa tuh tambah 1 pesawat ATR ke bandara Matahora kak
Kevin Anggara mengatakan…
Liburannya seru banget, kak Dinna x))
Anonim mengatakan…
Because the admin of this web page is working, no doubt very rapidly it will be famous, due to its feature contents.

Postingan Populer