Wednesday, 15 April 2015

Alasan Berhenti

                
                Di bulan Maret 2014 gue sempat memutuskan untuk berhenti ngeblog. Banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan gue itu. Salah satunya yang paling berat mungkin karena gue belum cukup siap menghadapi teror ‘haters’ dimasa itu. Gue baru saja menikah satu bulan sebelumnya, orang-orang menanyakan hal-hal pribadi seperti bagaimana kami menikah, bagaimana kami mendapat restu orangtua, bagaimana rumah tangga kami berjalan dan masih banyak lagi. Dan saat itu gue belum siap untuk berterus terang. Tolong jangan berpikiran negatif, gue hanya menjaga perasaan keluarga dan terutama orangtua gue. Tentu gue sangat ingin berbagi cerita perjuangan kami dulu seperti apa, namun gue rasa kurang bijak jika sesaat setelah gue membuat orangtua berderai airmata lalu gue memuat cerita tentang bagaimana cerita dibaliknya. Jadi gue memilih diam dan membiarkan orang lain berpendapat sesuka hati mereka.

Berjuang Untuk Yang Pantas Diperjuangkan

            



            Malam ini gue baru saja kelar nonton film garapan Hanung Bramantyo yang berjudul Cinta Tapi Beda. Gue sukses dibuat bercucuran air mata, dan temen gue, si Dara Buncit (buat para pemerhati instagram gue pasti tau deh siapa mahluk satu itu) gak kalah heboh. Doi mewek sambil jugling botol smirnoff. 

Tuesday, 14 April 2015

PATA Cuma Sejuta

                Beberapa bulan belakangan ini keuangan gue dan suami agak bermasalah. Jam terbang tidak sebanyak biasanya, padahal gaji kami bergantung dari berapa jam terbang kami selama sebulan. Bisa dibilang masa ini adalah masa dimana kami paling melarat-melaratnya. Pemasukan sedikit, sementara pengeluaran banyak seperti biasa. Cicilan mobilnya Mahe yang nyaris 10 juta sebulan lah, cicilan sekolah pilot Mahe yang 6 juta sebulan lah, cicilan hutang di rumah gue lah, cicilan pegadaian gue lah, bayar pembantu harian kita lah, bayar wifi lah, listrik lah, air lah... Ah, masih banyak!

Thursday, 9 April 2015

Jadi Nebengers di Roda Pesawat Dengan Modal Nekat dan Sembilan Nyawa




Aplikasi Nebengers ternyata menginspirasi seorang pemuda yang terlahir di Jakarta dengan nama Mario Steven Ambarita dan tumbuh besar di Pekanbaru ini untuk ikut ‘nebeng’ di penerbangan maskapai Garuda Indonesia tujuan Pekanbaru-Jakarta hanya untuk pulang ke kampung halaman. Bedanya, aplikasi yang berasal dari komunitas twitter bernama sama tersebut mengandalkan asas kepercayaan, sedangkan pemuda ini hanya bermodalkan nekat dan sembilan nyawa. Bagaimana tidak? Berbeda dengan penumpang pada umumnya yang membeli tiket dan duduk manis di dalam pesawat, pemuda ini berhasil lolos dari security check bandara dan menumpang di….roda pesawat!

Wednesday, 1 April 2015

Diary Pak Pilot 4

            Sudah berapa tahun ya gue absen menulis Diary Pak Pilot? Ah, mungkin sudah setahun. Yang jelas postingan kali ini adalah pertama kalinya gue menulis kembali Diary Pak Pilot setelah gue resmi menjadi suami sang pramugalau. Selama dulu gue masih menjabat status sebagai pacar gue selalu menjadi sasaran empuk untuk dikerjai, apakah kini setelah gue menjadi suami, gue bebas dari segala bentuk penganiayaan dan kejahilan Dinna? Sayang sekali, jawabannya : TIDAK! Dengan sangat menyesal gue katakan bahwa sifat jahil Dinna sudah mendarah daging dan sangat tidak mungkin untuk dimusnahkan. Ah, gue jadi sedih sendiri. Rasanya mau nangis. Maklum, gue kan pilot yang melankolis.

Monday, 30 March 2015

5 Hal Yang Mungkin Penumpang Belum Ketahui Saat Bepergian Dengan Pesawat Udara

                Mungkin ada beberapa dari kalian yang besok akan mengalami first flight alias penerbangan pertama sepanjang hidup kalian. Semalam suntuk ngubek dunia maya tentang apa saja yang harus kalian persiapkan untuk terbang perdana kalian besok. Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 5 hal yang mungkin kalian belum tahu saat bepergian dengan pesawat udara.

Sunday, 15 March 2015

Objek Amukan Para Penumpang

     Gue pengen banget ngasih tau kalian, wahai para penumpang pesawat udara, untuk membedakan tugas dari pramugari, porter, sama check in counter. Karena gue kemarin baru saja diamuk penumpang maskapai lain karena bagasi mereka yang diterbangkan, sementara dianya sendiri ditinggal di bandara. Bagaimana ceritanya? Jadi begini...

Thursday, 5 March 2015

Sepucuk Pinta Untuk Kau yang Disana

   
     3 Maret kemarin adalah hari ulangtahun Kakak pertama saya. Harusnya saat ini ia berusia 35 tahun. Harusnya saat ini kami berkumpul dan merayakan ulangtahunnya dengan masak-masak, ia adalah chef terhandal keluarga kami. Harusnya begitu. Sayangnya Tuhan mengambil Bli Putu 2.5 tahun yang lalu.

Thursday, 19 February 2015

WAWANPARA : MONALISA NEFI


Hai Monalisa Nefi Anggraini, selamat datang dan terima kasih sudah menjadi korban WAWANPARA alias WAWANcara PRamugari pramugaRA yang diadakan blog tergalau radinnanandakita.blogspot.com semoga dengan menjadi narasumber blog ini, kamu semakin galau di udara!

Reccurent Training Day 2

            10 Februari 2015 gue mendapat materi First Aid. Sama seperti pengertiannya, seorang FA memang hanya memberi pertolongan pertama pada penumpang di pesawat. Pramugari bukan dokter yang bisa menyembuhkan. Tapi meskipun terdengar enteng, materi ini bikin gue semaput setiap tahunnya. Kami membahas berbagai jenis penyakit dan cara penanganannya, kami diajarkan step to step membantu proses persalinan di pesawat. Iya. Serius, kalian gak salah baca. Seorang pramugari harus bisa membantu Ibu-Ibu melahirkan meskipun dia sendiri belum pernah mengalaminya. Dan sebagai bonus, kami diberikan tayangan proses persalinan dari awal sampai cara memutus tali pusar si bayi. Sudah tiap tahun gue melihat video yang sama, tapi entah kenapa gue masih saja merasa ngilu dan mual saat melihat vagina si Ibu ditembus kepala bayi. Dan itu dilakukan saat si Ibu dalam posisi sadar! Ya ampun, gue rasa kalau ada anak durhaka dikasih tontonan seperti itu, pasti tobat saat itu juga. Yakin gue!