Sunday, 15 March 2015

Objek Amukan Para Penumpang

     Gue pengen banget ngasih tau kalian, wahai para penumpang pesawat udara, untuk membedakan tugas dari pramugari, porter, sama check in counter. Karena gue kemarin baru saja diamuk penumpang maskapai lain karena bagasi mereka yang diterbangkan, sementara dianya sendiri ditinggal di bandara. Bagaimana ceritanya? Jadi begini...

Thursday, 5 March 2015

Sepucuk Pinta Untuk Kau yang Disana

   
     3 Maret kemarin adalah hari ulangtahun Kakak pertama saya. Harusnya saat ini ia berusia 35 tahun. Harusnya saat ini kami berkumpul dan merayakan ulangtahunnya dengan masak-masak, ia adalah chef terhandal keluarga kami. Harusnya begitu. Sayangnya Tuhan mengambil Bli Putu 2.5 tahun yang lalu.

Thursday, 19 February 2015

WAWANPARA : MONALISA NEFI


Hai Monalisa Nefi Anggraini, selamat datang dan terima kasih sudah menjadi korban WAWANPARA alias WAWANcara PRamugari pramugaRA yang diadakan blog tergalau radinnanandakita.blogspot.com semoga dengan menjadi narasumber blog ini, kamu semakin galau di udara!

Reccurent Training Day 2

            10 Februari 2015 gue mendapat materi First Aid. Sama seperti pengertiannya, seorang FA memang hanya memberi pertolongan pertama pada penumpang di pesawat. Pramugari bukan dokter yang bisa menyembuhkan. Tapi meskipun terdengar enteng, materi ini bikin gue semaput setiap tahunnya. Kami membahas berbagai jenis penyakit dan cara penanganannya, kami diajarkan step to step membantu proses persalinan di pesawat. Iya. Serius, kalian gak salah baca. Seorang pramugari harus bisa membantu Ibu-Ibu melahirkan meskipun dia sendiri belum pernah mengalaminya. Dan sebagai bonus, kami diberikan tayangan proses persalinan dari awal sampai cara memutus tali pusar si bayi. Sudah tiap tahun gue melihat video yang sama, tapi entah kenapa gue masih saja merasa ngilu dan mual saat melihat vagina si Ibu ditembus kepala bayi. Dan itu dilakukan saat si Ibu dalam posisi sadar! Ya ampun, gue rasa kalau ada anak durhaka dikasih tontonan seperti itu, pasti tobat saat itu juga. Yakin gue!

Tuesday, 17 February 2015

Reccurent Training Day 1

            Sudah seminggu lebih gue menjadi penduduk Balaraja. Sekedar keharusan setiap tahunnya gue harus reccurent training demi memperpanjang lisence gue. Lisence yang gue maksud berbentuk seperti buku yang memuat daftar training yang sudah gue jalani. Ada wet drill, fire drill, evac drill dan kemudian sesi yang paling mengerikan adalah competency check atau yang biasa disebut CC. Okay, sekarang gue bakal ceritain hari-perhari yang sudah berhasil gue lewati. Dimulai dari hari pertama, dan besok akan gue lanjut lagi yaa…

Tuesday, 3 February 2015

Penumpang yang Buta Peraturan

            Ada kalanya gue yang sehari-harinya bertugas mengantar penumpang ke tempat tujuan mereka, bertukar posisi menjadi penumpang itu sendiri. Salah satu pengalaman menarik gue sebagai penumpang terjadi beberapa hari lalu saat menumpang Sriwijaya dari Bali menuju Jakarta. Syukurnya gak ada yang gue permasalahkan dari pramugara-pramugari yang saat itu bertugas. Pelayanannya bagus, landingnya lumayan mulus, meskipun rotinya tidak mengenyangkan perut. Yah, daripada gak dapet cemilan sama sekali sih. Okeh, lanjut ke cerita.

Sunday, 1 February 2015

RIngkasan Perjalanan Cuti di Tahun 2015

             Dari tanggal 15 Januari sampai tanggal 31  Januari kemarin gue menghabiskan jatah cuti tahunan gue. Postingan kali ini (sebagai bayaran atas janji gue) akan membahas secara singkat dan ringkas dari liburan gue kemarin. Penasaran? Enggak? Yah... Jangan gitu donk, susah payah nih ngetiknya. Besok subuh gue ada tugas terbang pula. Tetep dibaca ya? Okehsip.

Thursday, 22 January 2015

Thankyou Bada!!!

    Yaiy! Ini mungkin postingan pertama dan satu-satunya selama gue cuti di Bali. Pertama, karena gue gak bawa laptop. Kedua, entah kenapa sense of writing gue menurun banget akhir-akhir ini. Gue janji soon setelah gue sampai di Jakarta gue akan menuliskan rangkuman perjalanan kunci gue.
     By the way, mumpung sempat gue pengen ucapin terima kasih yang sebesar-besarnya buat Bada, kakak sepupu gue yang paling jutek dan rese (tapi herannya paling perhatian sama gue). Kalau bukan dia liburan gue kali ini gak bakal semenyenangkan sekarang. Gue sangat yakin kalau bukan karena dia, cuti gue bakal dipenuhi tangis galau seorang pramugari yang bingung dengan masa depan karir dan rumah tangganya. So once again, terima kasih banyak karena telah menjadi sosok pengganti Alm. Kakak pertama gue, Da. I love you, by the way. Semoga cepet punya pacar, kuliahnya cepet kelar dan sehat selalu ya. Adikmu yang manis ini sayang kamu. Emuah!
note : ini bukan postingan selamat ulang tahun kok. Cuma baru sadar aja buat ngucapin ini semua. Hehehehe

Monday, 5 January 2015

Fairy Tale Of Love

      Ada sebuah quote yang sampai kemarin sangat-sangat tidak gue percaya : cinta sejati tak harus memiliki. Bullshit! Cinta sejati aja udah cukup bikin gue mual, apalagi embel-embel 'tak harus memiliki'. It sounds like a kinda' fairy tales. Sebuah dongeng anonymus yang gak pernah terbukti kebenarannya. Kalau memang gak bisa bersama ya udah gak cinta lagi lah! Mana mungkin lo masih nyimpen perasaan ke orang yang jelas-jelas gak mau sama lo? Setidaknya gue masih memegang teguh ke-antiupatian gue terhadap istilah tersebut hingga kemarin. Tapi seorang mantan berhasil merubah pendapat gue dan sekarang gue yakin, cinta sejati memang tidak selalu harus memiliki.

Sunday, 4 January 2015

How The First Time I Met His Mother

      Gue memperoleh surat ijin pacaran sejak gue SMA, yah walaupun dengan segambreng syarat dibelakangnya. Pacar harus seiman, harus pinter (IQ minimal menurut standar Ibu gue itu 170), harus berani setor muka ke rumah (maksudnya berani menghadapi Bapak gue yang hobi ngasah golok), ah dan masih banyak banget 'keharusan' lainnya yang dituntut oleh Ibuk. Dengan persyaratan yang lebih sulit dari sayembaranya Rapunzel, akhirnya untuk beberapa tahun gue hanya bisa pacaran diam-diam dan kemudian putus diam-diam.