Tanya Jawab Bersama Liani Fransiska

   
             Ada request masuk dari @Lianifransiska yang kepo banget sama gue. Sepengingatan gue, dia adalah salah satu pembaca setia blog gue bahkan dari jaman gue belum punya twitter. Eh bener gak ya? Yah, begitulah pokoknya. Jadi ia mengirim DM via twitter yang intinya ingin gue membahas biodata pribadi gue dan mempostingnya di blog. Akhirnya setelah berbalas SMS (awalnya gue mau kasi ID line gue aja, tapi berhubung doi rada kudet, Cuma punya twitter dan HP buat SMS-an, yaudah gue kasi no HP gue gratisan) gue berusaha merangkum jawaban dari semua pertanyaan Liani Fransiska ini. Mudah-mudahan terpuaskan yaa…
Question    : Basic biodata donk Kak! Kaya nama, tempat-tanggal lahir, hobi dll.
Baiklah, nama asli gue Ketut Radinna Wikantari. That's why ID line gue radinnawikantari bukannya radinnanandakita. Nandakita adalah nama pena yang gue pake. Gue lahir di Singaraja (silahkan buka peta pulau Bali, dan lihat dibagian utara). Aslinya gue lahir tanggal 3 Februari, tapi karena orangtua gue terlambat mengurus akte, dengan terpaksa mereka harus merubah tanggal lahir gue menjadi 3 April. Gue anak ketika dari 3 bersaudara. Kadang kalo mood, gue bilang anak keempat dari 4 bersaudara. Itu karena 2 kakak laki-laki pertama gue adalah saudara kandung. Dan kakak perempuan nomor 3 adalah saudara tiri.  Kadang gue emang suka lupa kalo gue punya sodara tiri.
Hobi gue nonton film, baca buku, googling, berteater, nulis puisi, curhat ke diary, makan yang pedes-pedes, tidur di kelas (terutama kalo pengajarnya tipe guru yang suka ngoceh ngalur ngidul), dan ngerumpi. Apa lagi yah? Makanan favorit? Minuman favorit? Ga usah lah yaa, gue berasa balik ke jaman SD tuker-tukeran biodata yang mendetail banget sampe ke ukuran BH. By the way, ukuran gue 34 ya. Gue sukanya dikasih daleman warna pink kalem. Biar imut-imut!
Question     : Motto/visi/misi Kakak apa?
    Ini udah kaya perusahaan aja deh, pake visi-misi segala, gue jadi bingung mau jawab apaan. Gue harus jawab apa ini Liani?? (garuk-garuk tembok) Tapi kalo motto ada kok, gue biasanya pake motto ultra. Sekali bilas soalnya. (kayanya itu molto deh…)
Question    : Apa yang membuat Kakak yakin untuk terus mengejar mimpi?
    Gue adalah pekerja keras. Karakter wanita Bali yang terkenal giat bekerja ada banget di diri gue. Hal itu udah terlihat bahkan dari gue TK. Gue ikut kursus menari, gue ikut lomba menyanyi, gue ikut lomba modeling dan lain-lain. Gue gak pernah menang loh, tapi gue tetep semangat ikut lomba. Gue pengen tau, apa sih bakat yang gue miliki? Masuk SMA, gue baru menyadari potensi yang gue miliki. Gue pun berusaha mengembangkannya satu-persatu. Itu gue lakukan sembari tetap menjaga agar nilai-nilai akademik gue tetap bagus. Dan itu gak mudah. Gue bisa begadang hingga jam 12 malam untuk mengedit film, dan belajar hingga jam 3 pagi untuk belajar. Itu cukup rutin gue lakukan dimasa SMA gue. Berkat karakter dasar inilah gue gak mudah putus asa. Ketika gue gagal, gue berusaha untuk berpikir 'gue bukannya gagal. Hanya saja waktunya bukan sekarang. Lebih baik gagal dan memperbaiki diri daripada sukses dengan kualitas standar'. Ketika lo memimpikan sesuatu, benar-benar ingin menjadikannya nyata, lo gak akan pernah berfikir tentang gaji yang akan lo dapat atau waktu yang akan lo buang-buang untuk mimpi lo. Gue bermimpi menjadi penulis, gue gak peduli kalau nantinya pendapatan gue sebagai penulis gak sebesar ketika gue menjadi pramugari. Gue gak peduli gue menghabiskan waktu untuk menulis blog tanpa mendapat bayaran apapun. Karena ketika tulisan gue dibaca, apalagi bisa mengilhami pembaca, itu adalah kebanggan dan kesuksesan tersendiri bagi gue. Saat ini pun, ketika proyek buku gue mangkrak di tengah jalan, gue gak pernah berputus asa. Bagi gue, ini hanya masalah waktu dan rejeki. That's it.
Question    : Apakah dengan menjadi FA itu berarti Kakak berhasil mencapai cita-cita?
    Sekedar informasi, gue gak pernah bercita-cita menjadi seorang Flight Attendant. Gue melarikan diri untuk sekolah pramugari di Jogja karena gue tidak melanjutkan proses seleksi untuk sekolah di IPDN dan orangtua gue gak punya uang untuk membiayai kuliah gue di luar Bali. Sebaliknya, gue ngerasa, gue gak akan bisa mengembangkan potensi yang gue punya kalau gue hanya berdiam diri di kampung halaman. Maka gue memutuskan untuk sekolah pramugari di Jogja. Gue ingin lepas dari kungkungan orangtua gue yang protective sekaligus gue ingin berkembang. Jadi? Belum. Gue berhasil mencapai cita-cita gue yang sebenernya.
Question     : Perjuangan yang udah Kakak lalui apa aja?
    Untuk sekolah di Jogja gak mudah dan gak murah, pemirsa. Ngeyakinin orangtua gue supaya ngasi restu anak bontotnya ini merantau ke pulau Jawa itu susah banget. Tapi syukurnya, walaupun orangtua gue kadang suka over protective, mereka adalah alah satu orangtua yang demokratis. Mereka percaya bahwa gue sudah cukup dewasa untuk memilih sendiri jalan hidup gue sendiri. Mereka tidak pernah memaksa gue untuk menjadi guru atau polisi. Pada akhirnya mereka mendukung dan percaya gue 100% meskipun mereka tau berita miring tentang dunia pramugari. Karena itu lah, astungkara gue tidak akan pernah mengecewakan beliau.
    Selain kesulitan meminta restu, gue juga kesulitan dana. Tapi kalo memang jalan gue memang seperti ini, Tuhan gak bakal diem. Kakak pertama gue mendapat pinjaman Bank dan beliau lah yang membiayai gue dibantu dengan kedua orangtua gue. Yang paling berat sebenarnya bukan dari restu ataupun dana, tapi dari mental gue sendiri. Untuk mempersiapkan mental gue itu gak mudah. Gue gak pernah merantau sebelumnya, dan gue akan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Kalo mental gue gak benar-benar siap, mungkin di bulan pertama gue terbang, gue udah balik ke Bali karena gak tahan senioritas yang ada di pekerjaan ini.
Question    : Kakak punya mimpi lain yang ingin direalisasikan berikutnya?
    Banyak! Dan kebanyakan berhubungan dengan seni. Gue ingin menulis buku gue sendiri, itu yang kira-kira paling bisa gue wujudkan dalam waktu dekat ini. Selain itu gue ingin mendalami dunia sinematografi professional. Sebelumnya gue bisa dibilang sangat amatir untuk hal perfilman, tapi gue berharap suatu saat nanti kesempatan itu akan datang. Gue berharap suatu saat akan ada film pendek garapan gue yang memenangkan festival film indie di Indonesia. YEAH!
Question    : Apa keluarga dan sekitar mendukung keinginan Kakak?
    Syukurnya sih begitu. Mereka sangat mendukung dan itu penting bagi gue. Tanpa doa dan dukungan mereka, gue gak akan pernah ada disini. Mereka punya andil besar untuk keberhasilan gue hingga menjadi seorang pramugari.
Question    : Ketika Kakak bekerja, apa yang membuat Kakak semangat?
    Penumpang. Kadang meski udah landing ke-5 sekalipun, kalo gue ketemu penumpang baik hati yang menghargai profesi gue, semangat gue langsung gas pol ke titik tertinggi. Tapi selain bikin semangat, penumpang yang nyebelin bisa bikin gue dongkol dan berujung gak semangat kerja.
    Keluarga. Kalo gue inget ponakan gue, Ibu dan Bapak gue biasanya langsung semangat kerja. Bagaimanapun, kalo gue punya banyak duit, gue bisa pulang ke Bali dan bisa beliin ini-itu buat mereka. Bukannya gue sombong, tapi rasanya bahagaia banget udah bisa 'memberi' meskipun keluarga gue gak sekalipun pernah meminta. Gimana caranya gue punya banyak duit? Ya kerja. Jadi, tiap inget keluarga, gue selalu semangat terbang.
Question    : Apa suka-duka Kakak selama menjadi FA?
    Kalo suka, sepertinya karena gajinya yang cukup banyak yah, apalagi buat seorang yang Cuma punya ijazah SMA seperti gue. Bisa jalan-jalan gratis, wisata kuliner berbeda tiap harinya.
    Buat dukanya, gue jadi lupa kehidupan normal itu seperti apa. Kadang gue harus bangun tengah malam dan kadang baru bisa tidur pagi buta. Gak kenal hari raya, apalagi weekend. Direndahkan penumpang, padahal kesalahan itu bukan gue yang buat. Ah, banyak lah. Kalo diinget-inget, gue kadang jadi pengen resign aja. Jadi mending dukanya gak usah kita inget-inget yaa…
Question    : Apa pendapat Kakak jika ada orang bicara negative tentang profesi Kakak?
    Biasanya gue tertawa. Suatu kali, temen gue bilang 'kenapa sih mau aja jadi pramugari? Menang pamer paha kesana-kemari doank, duitnya gede. Gak halal! Ujung-ujungnya Cuma jadi simpenan pilot!' dan gue beneran ketawa. Gue ketawa karena minimnya wawasan temen gue ini tentang profesi yang sedang ia pergunjingkan. Gue memintanya untuk googling sebuah nama : Neerja Bhanot. Keesokan harinya, dengan gak enak hati ia mengirim pesan melalui BBM (ini masa saat gue masih pake BB) 'sorry buat yang kemaren. Ternyata kerjaan lo sekarang keren banget! Selamat ya, Din. Gue tau lo nantinya bisa jadi pramugari yang hebat!'
    Citra buruk diciptakan oleh manusia. Kalau dia hanya bisa bergunjing, mungkin ia hanya menutup mata dan telinga tentang mulianya profesi ini. Sekalipun gue ga bercita-cita menjadi FA, gue sangat berbangga bahwa gue mampu menjadi seorang FA. Hidup awak kabin Indonesia!!!
Question    : Hal positif apa yang Kakak dapat dari profesi ini?
    Banyak banget. Gue sekarang udah lebih bisa merawat tubuh dan wajah. Itu penting banget buat wanita. Gue belajar sabar dan mengontrol emosi gue, dan itu gak mudah. Seringkali gue 'slek' dengan penumpang dan gue hampir kehabisan kesabaran. Pada titik ini biasanya gue akan meninggalkan penumpang tersebut. Menenangkan diri dan mengatur nafas. Walaupun gue emosi, gue gak boleh menunjukkannya di hadapan penumpang.
    Gue juga menjadi santun ketika ada acara resmi, apalagi ketika pertama kali dikenalkan dengan keluarga pasangan gue. Dengan bekal etiket yang diberikan semasa training dulu, gue merasa diri gue jauh lebih baik daripada dulu. Dan ini akan menjadi bekal yang suatu saat nanti pasti akan berguna untuk kepentingan lainnya. Siapa tau next gue dilamar sama anaknya Raja? Lumayan buat jadi penggantinya Lady Diana. Hihihi :
Question    : Ada pesan untuk wannabees?
    Jangan takut untuk mencoba. Kebanyakan line atau DM yang masuk isinya tentang mereka yang gak percaya diri lah, takut merantau lah, tingginya kurang lah. Hey, bisa aja itu hanya penilaianmu sendiri. Coba dulu, dan lihat dimana kegagalanmu. Gue bukan pramugari senior, gue bukan pramugari SQ, tapi gue tetap seorang pramugari. Bukan masalah seragam yang lo pake, tapi seperti apa image yang akan lo ciptakan setelah lo berseragam. Pramugari airlines manapun tetaplah seorang pramugari. Mereka melalui serangkaian proses yang gak mudah. In case, lo gagal saat apply di Qatar atau SQ sekalipun, jangan pernah gengsi untuk mencoba maskapai negeri ini. Gak kalah bagus kok! Lo harus bisa ngeliat peluang. Kalo di SQ peluang lo masih tertutup, coba di maskapai lain. Setelah lo punya pengalaman, lo akan lebih diperhitungkan nantinya.

Komentar

Anonim mengatakan…
Ini nih yang keren dari Dinna. Karena sangat apa adanya :)
Sebetulnya beberapa pertanyaan di atas udah sering disinggung ya di beberapa tulisan, tapi aku terpaku di tulisan mengenai penumpang yang bisa bikin semangat :)

Sukses terus Din. ;)
Radinna Nandakita mengatakan…
Ebuset, si Om udh posting komentar aja. hihihi..
Mungkin karena uat proyek buku kmrin, beberapa postingan kan gw hapus om, jd doi nanya lagi. tp ga papa lah. indahnya berbagi (lagi)... :p
bebiblu mengatakan…
ni ada yang mau aku tanyain gek dari postingannya gek dina, itu, kalo misal kurang tinggi jadikan ngak bisa jadi pramugari kan? gmn dong itu?
Radinna Nandakita mengatakan…
Ga usah panggil gek aja Mas/Mbak. Sy ga bysa dipanggil demikian kcuali dgn keluarga.
Kalau tinggi, beberapa airlines mematok tinggi minimum 158 atau ada jg yg matok 160 cm sbg standar minimum. kalau msh di bwh standar ya hrs byk olahraga dlu, apalagi kalo yg msh usia pertumbuhan, psti msh bs nambah kan. kalo memang udh ga bs bgt, tingginy mentok ya coba berhadiah. kalo ga lulus ya wajar, bukan krn kurang menarik atau kurang pandai, hanya krna tinggi tdk masuk kriteria.
Unknown mengatakan…
Kaaaak kpn bukunyaaa terbit, lngsung info yaaa klo dah terbit biar aq obok2 di pasar nyari buku kk uppps !!! Gramedia mksdnya heheheee
Bener2 is the best kk pramugari yg 1 nie, sangat terbuka sekali mengenai pengalaman selama menjadi pramugalau (pramugari), sll ngasih motivasi n membls pesan2 dr calon pramugari yg galau
I love love love love u so much ;)
Radinna Nandakita mengatakan…
yang tau kapan terbitnya sebenernya cuma editor gue. tp berhubung kamyu kepoh berat, aku kasi bocoran deh.. (astungkara di bulan januari sudah publish)

Postingan Populer